12 cara optimasi Seo On Page best practice

SEO, Seo On Page, Digital Marketing,
Seo On Page

Dalam SEO, ada banyak faktor yang perlu diperhatikan agar website bisa naik peringkat di hasil pencarian dengan cepat. Untuk memudahkan praktiknya, SEO dibagi menjadi dua jenis, yaitu SEO on page dan off page. Di artikel ini, kami akan membahas mengenai apa itu on page SEO dan bagaimana cara optimasinya. Baca juga manfaat website untuk perusahaan

Apa itu Seo On Page?

SEO on page adalah praktik optimasi SEO yang dilakukan pada konten yang diterbitkan. Langkah optimasi on page SEO fokus pada faktor-faktor yang ada dalam konten. Secara sederhana, on page SEO dapat diartikan sebagai langkah optimasi meningkatkan kualitas konten agar mudah dibaca dan dipahami pembaca website atau blog.

Tidak hanya itu, on page SEO yang dioptimasi dengan baik juga akan memudahkan mesin pencari untuk memahami konteks konten dan relevansi website Anda dengan kata kunci yang dicari.

1. Menggunakan Permalink Sederhana

Permalink sederhana merupakan salah satu indikator utama SEO 2019. Permalink yang sederhana akan memudahkan mesin pencari untuk mengenali topik yang Anda bahas. Idealnya permalink cukup mengandung focus keyword yang Anda targetkan saja.

Misalnya, Anda menargetkan kata kunci “Batik Pekalongan“. Permalink yang ideal untuk konten tersebut adalah seperti ini:

www.websiteanda.com/batik-pekalongan

Sayangnya, WordPress secara default membuat permalink Anda seperti ini:

www.websiteanda.com/2019/05/judulartikel

Jadi Anda perlu mengubahnya secara mandiri. Tenang, cara mengubah struktur permalink ini cukup mudah. Anda hanya perlu membuka dashboard WordPress lalu klik Settings > Permalink. Setelah itu, pilih struktur permalink Post Name dan klik Save.

2. Judul yang menarik Netizen

Ketika orang-orang mencari sebuah kata kunci di Google, mereka hanya bisa melihat judul dan deskripsi singkat konten Anda di hasil pencarian. Jadi Anda perlu membuat judul semenarik mungkin agar orang langsung tertarik membaca konten Anda.

Anda bisa menambahkan angka atau kata sifat untuk membuat judul konten lebih menarik. Menurut Content Marketing Institute, judul dengan angka menghasilkan performa 45 persen lebih baik dibanding judul tanpa angka. Sebagai contoh:

  • Gratis 10 Template Blog Premium dan SEO Friendly
  • Anda ingin Membuat Blog dari Nol? Cek Panduan Ini!
  • 5 Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Walaupun begitu, tidak semua konten Anda cocok untuk menggunakan angka pada judulnya. Tentu Anda tidak harus selalu menggunakan angka dalam judul. Ada banyak variasi judul lainnya yang juga bisa menarik perhatian pembaca.

3. Fokus pada Keyword Utama

Hubungan Keywords

Untuk urusan kata kunci, ada beberapa prinsip yang perlu Anda ikuti:

  • No more keyword stuffing, atau memenuhi isi artikel di website Anda dengan kata kunci. Tidak ada gunanya.
  • Pilih kata kunci yang tepat. Sesuaikan dengan isi artikel dan website Anda, serta pastikan kata kata kunci tersebut merupakan kata kunci yang bisa mendatangkan jumlah pencarian yang besar.
  • Tidak perlu repot-repot, cukup manfaatkan alat bantu yang ada misalnya Google Keyword Planner untuk membantu perencanaan kata kunci yang tepat, SEMRush untuk melihat kata kunci yang ditargetkan oleh pesaing Anda, dan masih banyak lagi alat bantu lainnya.
  • Jenis kata kunci. Apakah Anda akan mempergunakan kata kunci yang sifatnya informatif dan menjawab rasa ingin tahu seseorang (misalnya SEO on page seperti dalam artikel ini), transaksional (umumnya dipergunakan untuk penawaran produk atau servis), atau berdasar lokasi yang menyebutkan nama daerah tertentu. Sesuaikan jenis kata kunci dengan isi dari website Anda.
  • LSI keyword. Pada bagian bawah hasil mesin pencari Google, Anda akan melihat beberapa pilihan kata yang serupa dengan kata yang sedang Anda cari. Mereka disebut sinonim atau bahasa kerennya LSI (Latent Semantic Indexing) keyword.
  • Untuk lebih meningkatkan peluang Anda, pergunakan LSI keyword dalam webpage Anda. Bila Anda membuat artikel yang panjang, maka besar kemungkinan semua LSI keyword ini akan muncul secara alami, namun tidak ada salahnya untuk tetap mengeceknya.
  • Pastikan untuk menyertakan kata kunci dalam judul dan sub judul. Usahakan untuk menempatkan kata kunci pada awal judul, tapi jangan berkesan memaksakan. Buat sealami mungkin agar tidak terkesan aneh.
  • Bantu Google dan juga para pembaca untuk memahami apa isi dari webpage Anda dengan cara menempatkan kata kunci di awal, dalam 100 kata pertama. Jangan terlalu banyak basi-basi dan membuat orang bosan karena Anda tidak kunjung membahas apa yang telah Anda janjikan dalam judul.

4. Menggunakan Gambar dan Video

Konten yang berisi teks saja tentu sangat membosankan bagi pembaca. Selain membosankan, konten tanpa media visual apa pun juga akan melelahkan untuk dibaca serta membuat netizen merasa malas membaca konten anda. Jadi pastikan untuk menambahkan setidaknya satu atau dua gambar pada setiap konten Anda.

Lebih baik lagi jika Anda menambahkan media visual seperti video. Menurut Vidyard, artikel dengan video punya kesempatan 53 kali lebih besar untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian Google dibanding artikel tanpa video.

5. Optimasi Gambar dan Video

Di poin ketiga, kami merekomendasikan untuk menambahkan gambar di konten Anda. Agar gambar yang Anda tambahkan bisa meningkatkan kualitas SEO on page, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Pertama, pastikan ukuran gambar tidak terlalu besar. Gambar berukuran besar hanya akan memperlambat loading website. Oleh karena itu, Anda perlu memperkecil ukuran gambar. Setidaknya ukuran satu gambar tidak lebih dari 100KB.

Anda bisa memanfaatkan layanan kompres gambar seperti TinyPNG, ILoveIMG, Trimage, Kraken, dan OptiPNG. Layanan-layanan tersebut akan membantu Anda mengecilkan ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya.

Kedua, berikan nama file sesuai dengan focus keyword yang Anda targetkan. Nama file yang sesuai dengan focus keyword bisa membantu gambar tersebut untuk muncul di Google Image Search.

Ketiga, ubah alt text sesuai focus keyword. Alt text atau alternative text berfungsi untuk membantu Google mengidentifikasi topik yang Anda bahas di konten. Selain itu, alt text yang tepat juga memudahkan gambar untuk muncul di hasil pencarian gambar.

Untuk mengubah alt text, klik gambar kemudian di samping kanan Anda akan melihat pengaturan seperti ini. Ubah alt text sesuai focus keyword yang Anda targetkan. Jika ada beberapa gambar di sebuah konten, Anda bisa memodifikasi alt text dengan keyword turunan atau LSI-nya.

6. Menggunakan Heading dan Subheading

Penggunaan Heading dan Subheading
Penggunaan Heading dan Subheading

Untuk memudahkan pengunjung dalam membaca konten, Anda perlu membuat struktur konten yang jelas dan mudah dipahami. Salah satu cara membuat struktur konten yang mudah dipahami adalah dengan memanfaatkan heading dan subheading.

Heading dan subheading berfungsi untuk memecah artikel Anda menjadi beberapa bagian. Sederhananya, heading dan subheading adalah bab dan subbab seperti di buku. Dengan adanya heading dan subheading, pembaca akan lebih mudah menemukan poin-poin penting yang mereka butuhkan.

Selain itu, heading dan subheading juga membantu mesin pencari untuk memahami konten Anda. Heading memudahkan search engine bot untuk melakukan crawling di konten dan melihatnya sebagai pokok bahasan konten.

WordPress menyediakan Heading 1 sampai Heading 6. Heading 1 biasanya sudah otomatis digunakan judul. Jadi yang bisa Anda manfaatkan selanjutnya adalah Heading 2 sampai Heading 6. Namun, biasanya Anda hanya memerlukan sampai Heading 4. Di setiap heading tersebut, sebaiknya masukkan focus keyword atau turunannya.

7. Meta Description

Contoh Meta Description

Meta description bukanlah sebuah faktor yang akan mempengaruhi peringkat website, namun jangan mengabaikan aspek yang satu ini. Karena, meta description masih menjadi salah satu cara optimasi seo on page yang memudahkan pengguna memilih website yang berada di halaman pertama Google.

Mesin pencari seperti Google akan membaca meta description ini untuk mengetahui topik dari sebuah webpage. Buatlah meta description yang tepat untuk lebih menarik perhatian para pembaca dan mesin pencari.

Pada awal tahun 2016, Google memperpanjang jumlah karakter yang ditampilkan dalam versi desktop dan mobile. Dalam versi desktop, Anda bisa melihat hingga 200 karakter, sementara untuk versi mobile, Anda bisa melihat hingga 172 karakter.

Jadi, buatlah meta description yang singkat (antara 160-170 karakter), deskriptif, menarik, dan jangan lupa tambahkan kata kunci.

8. Atur website menjadi Responsive (Mobile Friendly)

Website Responsive
Contoh Website Responsive

Yang dimaksud dengan responsive adalah kompatibel dengan perangkat apa pun. Baik dibuka di perangkat desktop, tablet, maupun perangkat mobile, website Anda tetap berjalan dengan baik dan responsive.

Sayangnya tidak semua website responsive. Jadi Anda harus teliti sebelum memilih tema untuk website Anda. Pastikan tema yang Anda pilih responsive di semua perangkat, terutama perangkat mobile.

Terlebih lagi, Google kini telah menerapkan mobile first indexing yang menuntut pemilik website untuk membuat website yang mobile friendly. Dengan Google Mobile First Index, kini Google menilai performa website melalui website versi mobile. Jika website versi mobile Anda menghasilkan performa yang buruk, kemungkinan besar akan berpengaruh buruk pada kualitas SEO website keseluruhan.

9. Internal Link dan External Link

Bangun internal link dalam webpage Anda. Internal link menjadi sebuah alasan bagi para pengunjung untuk bertahan lebih lama dalam website Anda. Para pengunjung mengetahui bahwa mereka bisa mendapatkan lebih banyak informasi menarik lewat internal link.

Penambahan internal link baru pada webpage Anda akan menunjukkan pada Google bahwa Anda memiliki konten yang fresh dan hal ini akan sangat bermanfaat dalam upaya optimasi SEO.

Di sisi lain, jangan lupa untuk mempergunakan outbound link.

Apa itu outbound link? Outbound link adalah referensi pada website lain. Bila Anda mengutip informasi dari website lain, tempatkan sebuah link yang mengacu pada website tersebut.

Cara optimasi SEO on page yang satu ini terbukti cukup efektif dalam mendatangkan pengunjung. Selain itu, penggunaan outbound link akan menunjukkan pada Google bahwa website Anda berisikan informasi dari sumber-sumber yang berkualitas.

10. Meningkatkan kecepatan website

Loading website lambat hanya akan membuat pengunjung frustasi lalu meninggalkan website Anda. Semakin banyak yang meninggalkan website Anda, semakin tinggi pula bounce rate-nya. Bounce rate yang tinggi tentu akan berpengaruh buruk pada kualitas SEO Anda.

Maka dari itu, Anda wajib meningkatkan kecepatan website Anda. Sekarang coba cek berapa kecepatan loading website Anda. Anda bisa mengeceknya menggunakan salah satu dari 10 tools ini.

Jika kecepatan loading website Anda masih di atas 5 detik, Anda harus mulai waspada. Sebab menurut riset Google, 53 persen pengunjung meninggalkan website yang loading-nya lebih dari 3 detik.

11. Menggunakan LSI Keyword

Anda memang perlu mengulang focus keyword beberapa kali dalam satu konten. Namun, bukan berarti Anda bisa mengulangnya secara berlebihan. Mengulang kata kunci secara berlebihan hanya akan membuat Google menganggap konten Anda sebagai spam.

Untuk menyiasatinya, Anda bisa memanfaatkan LSI keyword. LSI keyword adalah kata kunci yang masih punya makna mirip dengan keyword yang Anda targetkan.

Mengapa Anda perlu menggunakan LSI keyword? Karena kata kunci yang diberikan keyword tool biasanya adalah hasil penyeragaman dari beberapa kata kunci yang mirip. Akibatnya variasi kata kunci yang diberikan terbatas.

Padahal tidak semua orang menggunakan satu kunci yang sama persis. Realitanya orang-orang menggunakan berbagai variasi kata kunci untuk mencari sebuah topik. Nah, variasi kata kunci itulah yang disebut dengan LSI keyword. Untuk menemukan LSI keyword, Anda bisa menggunakan layanan seperti LSIGraph atau LSIKeywords

12. Panjang Konten

Jumlah kata dalam konten juga menjadi salah satu indikator SEO on page yang perlu Anda perhatikan.

Tidak ada angka pasti berapa jumlah kata yang harus ada dalam konten. Sebab penentuan jumlah kata selalu berbeda tergantung kata kunci yang ditargetkan dan konten kompetitor. Bisa saja Anda perlu membuat konten 800 kata untuk keyword A, sedangkan untuk keyword B, Anda harus membuat konten 2000 kata.

Anda perlu mengukur berapa panjang konten yang harus Anda buat. Caranya adalah dengan melihat jumlah kata konten kompetitor. Setidaknya lihat jumlah kata konten yang ada di peringkat tiga teratas hasil pencarian. Setelah itu, buat konten yang jumlah katanya sama atau lebih dari kompetitor.

Penutup

Optimasi on page SEO bukanlah hal sulit. Dengan menerapkan 15 langkah di atas, Anda sudah meningkatkan kualitas on page SEO dengan baik. Setelah melakukan optimasi pada on page, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah optimasi off page SEO. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya di artikel Cara Optimasi Off Page SEO.

Info Seo dari Stabiliskom

Stabiliskom adalah StartUp System Integrator yang bergerak di lingkup IT (IT-Infrastruktur, VoIP Solution, dan Software Development).

Kami berikan Digital Marketing Kit serharga Rp. 15.000.000,00 secara Gratis pada customer kami, yang dimana kit tersebut telah kami pelajari dan implementasikan dari berbagai Training Digital Marketing yang harganya jika ditotal bisa lebih dari Rp. 30.000.000,00

Kit yang kami buat bukan hanya sekedar tutorial dan jika sudah selesai kami lepas begitu saja, Customer ke Stabiliskom bisa berkomunikasi selama menjadi customer kami dan berkonsultasi Digital Marketing secara Gratis.

Kenapa kami berikan Gratis? Karena Stabiliskom tidak menjual atau menyediakan Service Digital Marketing. Anda ingin tau kitnya dan detailnya seperti apa? Langsung saja hubungi via email di help@stabiliskom.com

Leave a Comment